14 November 2012

Bahan Ulangan Sejarah


Sejarah lagi nie...
Buat teman teman Sepatu (Sebelas IPA 1) yang gak masuk hari ini ada Ulangan hari Jumat, 16 Nov 2012... Ini bahan ulangan sejarahnya y....

Selamat Belajar..
Maap y bahan boleh sejarah... gbr tetep motor... ckckck

Page 1

Faktor-faktor yang mendukung berdirinya Kerajaan Samudera pasai, yaitu :
1. Letak kerajaan yang berdekatan dengan jalur pelayaran perdagangan internasional waktu itu,
Selat Malaka
2. Dengan posisi strategis tersebut Samudera Pasai berkembang pesat datam kehidupan politik,
ekonomi, social dan budaya

Faktor-faktor penyebab kemunduran Kerajaan samudera pasai, yaitu :
1. Kerajaan Majapahit yang berambisi menyatukan nusantara yaitu pada tahun 1339 M patih Gajahmada menyerang pasai, tetapi belum berhasil
2. Berdirinya Bandar Malaka yang letaknya lebih strategis
3. Setelah Sultan Malik At-Thahir meninggal, tidak ada penggantinya yang cakap dan terkenal, sehingga peran penyebaran agama lslam diambil alih oleh Kerajaan Aceh


Faktor-faktor yang menyebabkan Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan
1. Letak Aceh sangat strategis sebagai lalu lintas perdagangan nasional dan internasional
2. Akibat politik sebagai jalur lalu lintas perdagangan, Aceh menjadi pelabuhan dagang strategis
3. Pesaing Aceh berkurang, sebab Malaka jatuh ke tangan portugis

Faktor-faktor yang menyebabkan Kerajaan Aceh mengalami kemunduran

1. Setelah Sultan lskandar Muda wafat, raja-raja Aceh berikutnya tidak ada yang mampu mengendalikan roda pemerintahan Aceh yang sangat luas
2. Timbulnya peperangan Aceh dengan Belanda, sehingga rn€trlp€r.tema,h Aceh
3. Banyak daerah kekuasaan Aceh yang melepaskan diri dan menja.di kerajaan sendiri seperti Johor, Pahang, perlak, Minangkabau dan siak

Faktor-faktor yang mendorong berdirinya Kerajaan Demak
1. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis yang menyebabkan para pedagang lslam mencari persinggahan dan perdagangan baru, misalnya di Demak
2. Raden Patah, pendiri Demak masih keturunan raja Majapahit Brawijaya V
3. Raden Patah mendapat dukungan dari para wali yang sangat dihormati
4. Banyak adipati pesisir yang tidak puas dengan Majapahit dan mendukung Raden patah
5. Mundur dan runtuhnya Majapahit
6. Pusaka kerajaan Majapahit sebagai lambang pemegang kekuasaan diberikan kepada Raden Patah' Dengan demikian Kerajaan Demak merupakan kelanjutan dari Kerajaan Majapahit dalam bentuk yang baru

Keruntuhan Kerajaan Demak berakibat besar bagi sejarah lndonesia, khususnya di Jawa yaitu :
1' Tidak adanya kerajaan maritime besar lagi yang mampu menguasai perdagangan nasional dan sanggup menghadapi bangsa asing
2' Pindahnya pusat kekuasaan ke daerah pedataman sehingga suatu kerajaan agraris timbul kembali di Jawa Tengah

Faktor-faktor yang mendukung kejayaan Kerajaan Banten
1. Kerajaan Banten terletak di Teiuk Banten dan pelabuhannya memenuhi syarat sebagai pelabuhan dagang yang baik
2. Kedudukan Kerajaan Banten sangat strategis di tepi Selat perdagangan dari pedagang lslam semakin ramai di selat Malaka
3. Banten memiliki bahan ekspor penting yaitu lada sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi pedagang asing
4. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis mendorong pedagang Islam mencari daerah baru di Jawa Barat yaitu Banten dan Cirebon





Page 2

Perjanjian Banten tahun 1684 antara Banten dengan Belanda, berisi :
1. Belanda mengakui Sultan Hajisebagai Sultan Banten
2. Banten harus melepaskan tuntutannya atas Cirebon
3. Banten tidak boleh berdagang lagi di daerah Maluku
4. Hanya Belanda yang boleh mengekspor lada dan memasukan barang di wilayah Banten
5. Cisadane merupakan batas antara Banten dengan Belanda

Sebab-sebab kegagalan Sultan Agung Kerajaan Mataram gagal melakukan serangan ke Batavia (1628-
1629).yaitu:
1. Jarak Batavia dengan pusat kekuasaan Mataram terlalu jauh
2. Sultan Agung mengabaikan kekuatan laut dalam politiknya
3. Kekurangan bahan makanan bagi prajurit-prajurit penyerang, persediaan bahan makanan di
daerah Karawang dibakar Belanda.
4. Sistem persenjataan Belanda lebih unggul dibandingkan Mataram
5. Penyakit menular menjangkiti pasukan yang besar jumlahnya, pengobatan belum sempurna,
timbul banyak korban

Perjanjian Giyanti tahun 1755 M, berisi :
1. Daerah Kasultanan Jogjakarta, lebih dikenal dengan nama Ngayogyakarta Hadiningrat dengan
Mangkubumi sebagai rajanya dengan gelar Sultan Hamengku Buwono I (1755-L792Ml
2. Daerah Kasuhunan Surakarta, diperintah oleh Susuhunan Paku Buwono Ll (1749-L788 M)

Perjanjian Salatiga, berisi :
Raden Mas Said menerima suatu daerah dalam Kerajaan Surakarta sebagai daerah Kadipaten dan
memperoleh gelar Pangeran Adipati Mangkunegoro
Pada tahun 1813 M, Belanda memberikan sebagian daerah Yogyakarta kepada Paku Alam sebagai
Adipati.
Dengan demikian berdasarkan perjanjian Salatiga, Kerajaan Mataram yang kuat dan kokoh pada masa
pemerintahan sultan Agung menjadi beberapa kerajaan kecil yaitu :
1. KesultananYogyakarta
2. Kasunanan Surakarta
3. KadipatenMangkunegaran
4. Kadipaten Paku Alaman

Faktor-faktor yang mendukung berkembangnya Kerajaan Makassar yaitu :
1. Makassar memiliki syarat-syarat.yang baik untuk menjadi pelabuhan
2. Letaknya strategis untuk perdagangan yaitu ditengah-tengah jalur perdagangan nasional
3. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (15L1 M) menyebabkan banyak pedagang mencari tempat
berdagang yang belum dikuasai oleh bangsa asing
4. Politik Sultan Agung yang bersifat agraris dan nonmaritim banyak melemahkan armada laut di
Pantai Utara Jawa, dengan melemahnya perdagangan banyak pedagang yang pindah ke daerah
lain termasuk ke Makassar

Perjanjian Bongaya 1.667 M antara Kerajaan Makassar dengan Belanda, berisi :
1. Kompeni dagang Belanda (VOC) memperoleh hak monopoli dagang di Makassar
2. Belanda dapat mendirikan benteng di Makassar
3. Makassar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya, seperti Bone dan pulau-pulau di luar
Makassar
4. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone




Page 3

Kekalahan Makassar terhadap Belanda mempunyai beberapa akibat sebagai berikut :
1. Peranan Makassar sebagai penguasa pelayaran dan perdagangan dilndonesia Timur dapat
dikatakan berakhir
2. VOC dapat menguasai Makassar berarti memperoleh tempat strategis untuk perdagangan di
lndonesia Timur. Di Makassar didirikan benteng Nieuw Rotterdam.
3. Orang-orang Makassar yang tidak dapat menerima perjanjian atau kekalahan itu meninggalkan
dan mengadakan perlawanan terus.

Perjanjian Tordesilllas (Bahasa Portugis: Trotado de Tordesilhas, Bahasa Spanyol: Tratado de Tordesillasl
adalah suatu perjanjian yang ditandatangani di Tordesillas {sekarang di provinsi Valladolid, Spanyol)
pada 7 Juni 1,494 yang membagi dunia di luar Eropa menjadi duopoli eksklusif antara Spanyol dan
Portugal sepanjang suatu meridian 1550 km sebelah barat kepulauan Tanjung Verde (lepas pantai barat
Afrika), sekitar 39"53'BB. Wilayah sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan sebelah barat oleh Spanyol

Perjanjian Saragosa (juga ditulis Perjanjian Saragossa atau Perjanjian Zaragoza), ditandatangani 22
April L529, adalah perjanjian antara Spanyol dan Portugal yang menentukan bahwa belahan bumi
bagian timur dibagi di antara kedua kerajaan tersebut dengan batas garis bujur yang melalui 297,5 leguo
atau L7" sebelah timur Kepulauan Maluku. Perjanjian ini adalah kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas
yang membagi belahan bumi barat di antara Spanyol dan Portugal dan diprakarsai oleh Paus, yang
melihat persaingan perebutan koloni yang dilakukan oleh Portugis dan Spanyol. Oleh karena itu,
dibuatlah perjanjian ini. Dalam perjanjian ini dicapai hasil yang lebih rinci dari dua belah pihak, Spanyol
dan Portugis. Adapun kesepakatan yang dicapai adalah :
1. Bumi dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
Z. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Mexico ke arah barat sarnpai kepulauan Filipina
dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai kepulauan
Maluku.daerah disebelah utara garis saragosa adalah penguasaan portugis, daerah disebelah
selatan garis saragosa adalah penguasaan spanyol.