5 Maret 2013

Ratu Pantai Selatan


Akhirnya selesai juga, untuk ELSE Squad khusunya sorry ya baru bisa posting jam segini... :D
keasikan main game nih....
ini Tugas Bahasa Indonesia hasil pemikiranku... bagaimana dengan hasil pemikiranmu??
Hasil menonton kabaret di Rumentang Siang 5 Mare 2013...
Janganlah copy paste y... ! tapi cukup dibaca dan dijadikan bahan referensi bila benar dan koreksi bila salah... 
Silahkan dibaca :

  1. Judul                :
Ratu Pantai Selatan
  1. Tema               :
             Legenda Pantai Selatan
  1. Latar Tempat   :
-        Tempat Upacara Adat
-        Kerajaan Padjajaran
-        Tempat Hiburan
-        Hutan
-        Pantai Selatan

  1. Nama tokoh dan wataknya :
-        Prabu Siliwangi           : Bijaksana
Buktinya saat ia harus memutuskan untuk membiarkan putrinya pergi meninggalkan kerajaan
-        Dewi Kadita                : Baik Hati, Penyabar
Buktinya saat ia melarang Jaya Santang untuk menyakiti hewan-hewan, kemudian Ia pergi dengan ikhlas saat ayahnya memintanya pergi
-        Dewi Mutiarasari         : Tidak pernah puas, Licik
Buktinya ia tidak puas dengan keadaanya sekarang dan selalu menginginkan hal yang lebih. Ia sudah menjadi Ratu, tapi ingin menjadikan anaknya sebagai raja, juga mengusir Dewi Kadita.
-        Mamang Lengser        : Patuh
Bukntinya apapun yang raja perintahkan akan ia jalankan.
-        Jaya Santang               : Putra dari Mutiarasari yang kuat namun tidak memiliki kasih sayang
Buktinya Ia mampu membunuh dan menyakiti hewan dengan cepat
-        Mban Ratiwi               : Setia, Rela berkorban
Buktinya kemanapun Dewi Kadita pergi ia akan mengikuti dan melindunginya. Sampai akhirnya ia harus mati demi melindungi Dewi Kadita.

  1. Tokoh Protagonis
-        Prabu Siliwangi
-        Dewi Kadita
-        Mban Ratiwi
-        Mamang Lengser

  1. Tokoh Antagonis
-        Dewi Mutiarasari
-        Mamang Lengser
-        Jaya Santang

  1. Amanat            : Keberhasilan seseorang tidak hanya datang dari satu sumber tapi datang dari banyak sumber, walaupun harus melewati banyak rintangan dan penuh perjuangan. --- Contohnya : saat Dewi Kadita gagal untuk menjadi Ratu di Kerajaan Padjajaran Ia dapat menjadi Ratu di Pantai Selatan.

  1. Artistik :
a. Setting Panggung :
-        Menggunakan 2 kain sebagai latarnya. 2 kain tersebut disinari sehingga menghasilkan bayangan, yang menggambarkan latar suatu adegan. Bagian tengah panggung merupakan tempat pementasan. Ditambah kubus-kubus yang disesuaikan dengan situasi adegan.
b. Kostum
-        Kostum yang digunakan sesuai dengan jalan cerita yang dihadirkan. Walau tidak banyak pergantian kostum pada 1 tokoh.
c. Make up
-        Make up yang dipakai cukup baik, karena tidak terlihat berlebihan ketika disinari cahaya.

  1. Pesan dan Kesan :
Cerita yang dihadirkan memang bersifat komedi, dan cukup menghibur namun kualitas suara yang digunakan kurang baik sehingga suara percakapan tidak terdengar jelas. Terlebih ketika berada di samping kiri panggung, karena suara musik langsung yang digunakan menutupi suara percakapan tokoh. Ini membuat jalan cerita sulit dimengerti

  1. Sinopsis :

Ratu Pantai Selatan
            Pada zaman dahuu kala di kerajaan Padjajaran hidup seorang raja bernama Prabu Siliwangi yang merupakan raja Padjajaran yang ke-4. Suatu waktu istri raja Prabu Siliwangi tersebut melahirkan seorang anak yang diberi nama Dewi Kadita. Namun disaat yang bersamaan Ratu pun meninggal dunia. Para warga desa mendengar kabar tersebut dan menyiapkan Upacara adat untuk penghormatan terakhir bagi sang Ratu.
            Pada akhirnya Raja pun tak sanggup untuk hidup sendirian tanpa seorang Ratu. Ia pun meminta Mamang Lengser pembantunya untuk mencarikannya pengganti ratu untuknnya. Namun Raja takut apabila putrinya tidak ingin memiliki seorang Ibu tiri. Dewi Kadita pun mendengar pembicaraan ayahnya dengan Mamang Lengser. Ia pun mengatakan bahwa ia setuju, bila ia harus memiliki ibu tiri.
            Mamang Lengser pun pergi untuk mencari seorang wanita yang akan dijadikan sebagai pengganti Ratu. Ia pun melihat dan akhirnya memilih seorang wanita bernama Dewi Mutiarasari untuk dijadikan pengganti Ratu. Ia memilih Mutiarasari karena Mutiarasari sedang dalam kesulitan dalam hidupnya dan Mamang pun ingin membantunya.
            Pada akhirnya Mutiarasari pun menjadi seorang Ratu di Kerajaan Padjajaran, dan melahirkan seorang anak bernama Jaya Santang. Jaya santang pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa namun tidak memiliki rasa kasih sayang.
            Suatu hari Jaya Santang sedang berburu dan menyakiti binatang-binatang di hutan. Dewi Kadita pun menghampirinya dan melarang ia untuk menyakiti hewan-hewan itu. Namun di saat bersamaan Dewi Mutiarasari datang dan mengusir Dewi Kadita agar tidak menggangu anaknya yang sedang berburu. Dewi Kadita pun pergi dan kembali ke Istana.
            Di Kerajaan Raja dan Mamang Lengser sedang membicarakan Dewi Kadita yang semakin dewasa dan haruslah memiliki pasangan hidup yang akan menggantikan Prabu Siliwangi sebagai Raja Kerajaan Padjajaran. Dewi Mutiarasari yang mendengar hal tersebut akhirnya meminta raja untuk menjadikan anaknya Jaya Santang sebagai raja, juga membiarkan Dewi Kadita untuk mencari pasangan hidupnya sendiri, juga membiarkan Dewi Kadita untuk pergi keluar dari Istana tersebut. Namun raja akhirnya menegaskan bahwa ia tidak akan pernah mengusir Dewi Kadita dari kerajaannya.
            Dewi Mutiarasari yang tidak puas, akhirnya merencanakan untuk mengusir Dewi Kadita dari Kerajaan Padjajaran. Setelah berdiskusi dengan para pengawalnya, dan memutuskan untuk melakukan guna-guna pada Dewi Kadita. Guna-guna itu akan membuat wajah Dewi Kadita menjadi buruk rupa, dan memiliki bau tak sedap. Dewi Mutiarasari pun mendatangi seorang dukun untuk melakukan guna-guna pada Dewi Kadita, sementara itu para pengawalnya mendatangi warga dan mengabarkan bahwa Dewi Kadita memiliki penyakit aneh yang tak dapat disembuhkan. Warga pun percaya, lalu datang ke kerajaan untuk meminta Raja untuk mengusir Dewi Kadita dari kerajaan.
            Dengan berat hati Raja pun merelakan putrinya pergi, namun ia menitipkan selendang dan juga sebuah cincin untuk melindungi putrinya tersebut. Setelah itu Dewi Kadita pun pergi ditemani Mban Ratiwi meninggalkan kerajaan Padjajaran tersebut.
Di tengah perjalanan, ada sekelompok orang yang menyerang mereka. Penyerangan itu membuat Mban Ratiwi meninggal. Akhirnya, Dewi Kadita menyelusuri hutan sendiri dengan tuntunan cincin yang diberikan ayahnya, sebelum ia meninggalkan kerajaan. Saat berada di pantai Selatan ia mendengarkan bisikan gaib yang memerintahkannya untuk memasuki Samudra. Ia pun masuk ke dalam samudra. Setelah itu ia sudah kembali berubah menjadi seorang wanita yang cantik dan diangkat sebagai Ratu Pantai Selatan atau Ratu Nyi Roro Kidul. Tapi, ia tetap harus tinggal di dalam samudra dan tidak bisa kembali ke daratan menemui ayahnya kembali.
lebih dominan dibanding suara pemeran.