14 Januari 2013

ISP

A.   Internet Service Provider (ISP)
Internet Service Provider (ISP) adalah sebuah perusahaan atau sebuah organisasi yang menyediakan jasa layanan koneksi akses internet untuk perseorangan, perkantoran, kampus, sekolah, dan lain - lain.

Kriteria Memilih ISP
1.    Kecepatan transfer data
Kecepatan transfer data dari sebuah komputer server di internet ke komputer sangat tergantung pada kecepatan transfer data dari provider yang kita gunakan. Satuan kecepatan transfer data adalah bits per second (bps). ISP di Indonesia menggunakan modem dangan kecepatan 28.8 kbps, 336 kbps, atau 56 kbps. tetapi kecepatan jaringan telepon yang ada di Indonesia masih berkisar 9.6 kbps hingga 28.8 kbps.

2.    Bandwith
      Bandwidth adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersama-sama oleh data-data yang ditransfer. Bandwidth dapat diibaratkan berapa lebar jalan yang akan dilewati mobil secara bersamaan. Semakin banyak banyak mobil yang lewat maka semakin lambat laju mobil, dan semakin besar lebar jalan semakin cepat laju mobil. Bandwith terbesar yang dimiliki ISO di Indonesia sebesar 3 Mb. Kita harus tahu bandwith yang dimiliki ISP agar kita dapat mengetahui kemampuan ISP tersebut mentrensfer data.

3.    Memiliki server proxy
Server Proxy adalah sebuah indeks yang menyimpan alamat-alamat favorit pelanggan, dengan adanya server proxy, pelanggan data mengakses web favoritnya dengan lebih cepat. Jika pelanggan mengunjungi web favoritnya, pelanggan tak perlu lagi terhubung langsung dengan Server web tersebut. Server Proxy akan menghemat penggunaan bandwith, meningkatkan keamanan, dan menambah kecepatan web-surfing.

4.    Memiliki Backbone.
      Backbone adalah saluran koneksi utama jaringan ISP dengan Internet. Pembuatan sebuah backbone membutuhkan teknologi yang tinggi dan dana yang besar. Maka dari itu, kebanyakan ISP menyewa backbone dari perusahaan lain atau menggunakannya  bersama-sama dengan ISP yang lain. Penggunaan backbone secara bersama-sama dapat mengurangi kecepatan tapi menghemat biaya karena backbone rata-rata berkapasitas 512 Kbps-3Mbps.

5.    Keamanan Data.
Transaksi internet rawan terhadap pembajakan. kita perlu tahu, apakah sebuah isp menggunakan firewall untuk menjamin keamanan transaksi online yang kita lakukan atau tidak.

6.    Layanan Yang Diberikan
Kita perlu tahu, layanan apa saja yang disediakan oleh sebuah isp. Apakah isp tersebut memberikan account e-mail, berapa besar isp, berapa besar account e-mail yang di sediakan, apakah e-mail tersebut mendukung pop3, apakah isp dilengkapi dengan spamfilter.

7.    Biaya
Biaya merupakan factor utama dalam memilih ISP. Kalian harus mengetahui sistem pembayarannya, biaya akses, dan pulsa telepon. Namun, ada beberapa ISP yang memberikan pembayaran paket. Sistem paket biasanya akan lebih murah dari sistem pembayaran per waktu pemakaian. Biaya yang ditawarkan ISP harus sesuai dengan kelebihan yang diberikan ISP.

8.    Hardware
Kita harus mengetahui berapa banyakmodem yang dimiliki oleh sebuah ISP, berapa kecepatan modem yang digunakan dan rasio pelanggan tiap modem. Hal tersebut perlu kita ketahui karena akan memengaruhi layanan yangakan kita dapatkan dari ISP tersebut.

9.    Teknologi yang digunakan
       Ada beberapa ISP yang memberikan layanan koneksi dial-up dengan menggunakan teknologi kompresi data. Ada juga yang menggunakan teknologi HDSPA (High Downlink Packet Access) yang kecepatan aksesnya hinggga 2,6 Mbps.

  

Tipe-Tipe Koneksi Internet


1. Koneksi Dial Up
Komputer yang dilengkapi dengan modem analog dapat melakukan dial up, yaitu menghubungi server milik ISP untuk memperoleh akses internet. Koneksi dial-up tidak hanya menggunakan jalur telepon rumah (PSTN), tetapi juga bisa menggunakan telepon genggam berteknologi CDMA.
Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh akses internet dari ISP tersebut.

Modem dial up mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sinyal suara (sinyal analog) yang ditransmisikan melalui kabel telepon atau sebaliknya. Itu sebabnya, pada saat koneksi internet berlangsung, tidak bisa menerima atau melakukan panggilan. Modem dial up umumnya diklasifikasikan berdasarkan jumlah bit data yang dapat dikirim per detik (bps, bit per second). Dengan adanya pembatasan interferensi sinyal suara, kecepatan modem dial up maksimum adalah 56 kbps.

Koneksi dengan metode ini paling mudah dilaksanakan, sehingga jangkauannya cukup luas. Kekurangan paling mendasar adalah masalah kecepatan koneksi. Kualitas jaringan telepon yang terpasang sangat berpengaruh pada kualitas koneksi. Hal ini disebabkan karena lebar pita frekuensi yang dipakai rentan terhadap gangguan (noise) yang ditimbulkan dari lingkungan. Meski demikian, masih banyak orang yang mempergunakan layanan dial up karena tidak tersedia layanan hubungan kecepatan tinggi akibat keterbatasan biaya atau karena keadaan geografis yang tidak memungkinkan.

2. ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
Berapakah Bandwith maksimum yang didapat apabila kita menggunakan akses internet menggunakan ADSL: Untuk line rate 384 kbps, bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 337 kbps, Untuk line rate 384 kbps, throughput rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 40 Kb/s, Untuk line rate 512 kbps, bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 450 kbps. Untuk line rate 512 kbps, throughput rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 52 Kb/s.

3. GPRS
GPRS adalah kepanjangan dari General Packet Radio Service yaitu komunikasi data dan suara yang dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. GPRS memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan data dan suara pada saat alat komunikasi bergerak (mobile).

Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) Internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, walaupun jaringaan GPRS saat ini terpisah dari GSM.
Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer. Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:
-       Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS
-       Software yang dipergunakan
-       Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan
Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps.

4. Jaringan TV kabel
Jaringan TV kabel untuk menghubungkan komputer ke internet telah banyak digunakan. Televisi kabel dinilai cocok terutama untuk pengguna internet dari kalangan keluarga (rumah tangga). Kelebihan mengakses internet dengan menggunakan jaringan TV kabel dapat mengakses internet setiap saat dan bebas dari gangguan telepon sibuk.
Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5Mbps upstream (kecepatan upload dari pengguna). Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet (Ethernet card).
Di dalam jaringan rumah, kabel dari “TV kabel” menggunakan kabel koaksial dan dipasang sebuah “pemisah saluran” (splitter) kabel. Setelah kabel dari jaringan (cable network) melewati splitter, kabel tersalur dalam dua saluran, satu ke TV dan satu lagi ke modem kabel. Dari modem kabel baru menuju kartu ethernet dan kemudian ke komputer.


6. WIFI / Hotspot,
Jenis koneksi ini mulai heboh akhir-akhir ini. Wi-fi ini bisa terkoneksi apabila kita memiliki modem WIFI, notebook atau laptop baru biasanya sudah build in Wi-Fi, dan smartphone khususnya telah memiliki wifi build in juga.
- biaya biasanya di hitung oleh jumlah kb yang digunakan, model seperti isi voucher hp. semua ini tergantung kepada ISP / penyedia jasa internet.
- kecepatan 11mb — 100mb [ semacam lan card ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar